*Pengamat dan akademisi Yuddy Chrisnandi tanggapi Buku Baru Manajemen Komunikasi Politik
Buku berjudul Manajemen Komunikasi Politik yang diterbitkan bulan Oktober 2025 dan diluncurkan pada Kamis 16 Oktober 2025 ini merupakan besutan Dosen London School of Public Relation -LPSR- Marlinda Irwanti Poernomo dan Lely Arrianie.
Marlinda mempunyai panggilan akrab Linda Poernomo, dikenal sebagai Zpembawa Acara di TVRI era 1970an, kemudian memilih menjadi tenaga pengajar mengikuti jejak ayahnya sebagai guru besar hukum di UGM. Ia juga terjun ke politik dan sempat menjadi wakil rakyat, pengganti antar waktu,. Sementara Lelly Adriane adalah guru besar bidang Manajemen Politik,
Pada peluncuran buku tersebut Linda menjelaskan bahwa dorongan untuk menulis buku ini muncul dari kegelisahan mendalam atas transformasi radikal dalam lanskap komunikasi politik, baik di Indonesia maupun global. Ia menyoroti fenomena politik digital yang melahirkan ruang komunikasi baru yang sangat dinamis, cepat, namun sarat tantangan.
Peluncuran buku ini juga diwarnai dengan tanggapan sejumlah tokoh politik dan akademisi sebagai narasumber, di antaranya Anggota Komisi XIII DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa, pengamat dan akademisi Yuddy Chrisnandi, serta Prof. Mohammad Hatta.
“Komunikasi politik adalah jantung dari sistem demokrasi. Ia adalah proses dimana visi para pemimpin, aspirasi warga, dan realitas kebijakan bertemu, bernegosiasi, dan membentuk arah suatu bangsa. Namun dalam beberapa dekade terakhir, proses ini telah mengalami transformasi radikal,” ungkap Marlinda.
Ia menyoroti bagaimana ledakan informasi, fragmentasi audiens, dan kecepatan media sosial kini menciptakan ekosistem komunikasi politik yang lebih bising dan sering kali membingungkan. Di tengah arus informasi yang deras tersebut, Marlinda menegaskan:
“Mengelola komunikasi di tengah arena yang penuh tantangan ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan strategis.”
Melalui karyanya, “Manajemen Komunikasi Politik: Strategi, Taktik, dan Etika di Era Digital”, Marlinda berupaya menawarkan pandangan komprehensif tentang bagaimana komunikasi politik dapat dikelola secara cerdas dan beretika di tengah revolusi digital. Buku ini disusun sebagai respons terhadap dinamika politik kontemporer, di mana komunikasi tidak hanya sekadar alat penyampai pesan, tetapi juga arena pertarungan gagasan dan pengaruh yang menentukan arah kebijakan publik.