Kekerasan Dalam Rumah Tangga kepada Lesti Kejora dinilai melukai komunitas penyanyi dan ratusan juta penggemar dangdut tanah air.

Direktur Komunitas Tiga Sekawan FR, Linda Poernomo mengatakan, orkes melayu yang lebih populer dengan sebutan genre musik dangdut dan penyanyi dangdut merupakan satu kesatuan utuh dan asli salah satu identitas budaya Indonesia. 

Karena itu pemusik dan penyanyinya adalah pelestari kebudayaan yang harus dilindungi dengan baik dan benar. 

“Perlakuan KDRT pada penyanyi dangdut mengganggu upaya pengembangan dan pelestarian genre musik ini,” kata Linda merespon KDRT terhadap Lesti Kejora yang dilakukan Rizky Billar.

Bekas penyiar TVRI era 1970-an ini mengungkap, saat ini pencinta dangdut mencapai 58,1 persen dari seluruh rakyat Indonesia. Apabila KDRT itu menghilangkan atau menurunkan kualitas dan kuantitas vokal si penyanyi dangdut, itu menggores luka yang dalam pada mayoritas rakyat Indonesia atau 58,1 persen rakyat Indonesia.

“Sudah sewajarnya pelaku KDRT pada insan dangdut ditindak tegas,” tegasnya.

Linda Poernomo berharap, para insan dangdut tidak terperangkap dengan gaya hidup Public Display of Affection, yang mengumbar kemesraan palsu di depan rakyat penggemarnya. 

“Ironis, kalau nanti yang terjadi malah sebaliknya,” sentilnya.

Linda Poernomo juga mengungkapkan, hasil survei yang dilakukan Skala Survei Indonesia (SSI) tentang jenis musik yang paling disukai pada tahun 2022 dangdut disukai rakyat Indonesia dengan persentase 58,1 persen, musik pop 31,3 persen, musik daerah 3,9 persen.

Rakyat Pecinta dangdut dengan tingkat pendidikan tertinggi sekolah dasar (SD) mencapai persentase 67,3 persen tamat SMP 62,8 persen tamat SMA 45,8 persen dan Perguruan Tinggi 28,1 persen.

“Kenyataaan ini sudah sepatutnya diketahui oleh para pelaku KDRT dan para penegak hukum untuk bertindak hati-hati,adil dan tegas serta bijaksana dengan memperhatikan hati nurani rakyat banyak,” pinta Linda Poernomo.

Ketika ditanya tentang masa depan pasangan dengan KDRT Linda Poernomo yang juga Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) mengungkapkan rumah tanga dengan KDRT bisa jadi makan hati salah satu pihak. 

Jika sudah punya anak, kelak rumah tangga yang dipenuhi KDRT akan mewariskan banyak hal, anak yang trauma pada KDRT sehingga memilih tidak berpasangan atau kecenderungan penyimpangan seksual atau ketika dewasa kelak berpotensi menjadi figur yang KDRT juga, perbuatan sadis sebagai pelampiasan dendam anak pada orang tua pelaku KDRT dan lingkungan yang lebih luas.

“Itulah sebabnya pada akhirnya banyak selebritas Internasional seperti Madonna, Halle Berry, Christina Aquilera hingga Rihana memilih bercerai dari pasangan yang KDRT,” tambah Linda Poernomo yang juga Migration Advisor pada organisasi International Council of Women (ICW) yang berkedudukan di Perancis.

Pada bagian lain Linda Poernomo menyatakan dirinya dan reman-rekannya di Tiga Sekawan merencanakan menulis buku dengan tema KDRT dan Gaya Hidup. (Dikutip dari rm.id)