Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta yang dipelopori H. Otong Suryana SH termotivasi dengan gerakan Mensos Risma Triharini yang proaktif memberdayakan para gepeng yang berusia muda untuk memanfaatkan berbagai pelatihan dan kegiatan bekal mandiri yang diadakan rutin di Balai Pangudi Luhur Bekasi dan Balai Mulya Jaya Pasar Rebo.

Para gepeng yang tidak mempunyai ktp dan atau hilang ktp-nya mendapatkan bantuan sosial dengan kartu bernilai lima ratus ribu rupiah.

Para gepeng yang ditemui di sekitaran Jakarta Timur, misalnya, dikumpulkan sementara di Rumah Singgah Asih Kurnia, kemudian disalurkan ke Balai Mulya jaya Pasar Rebo dan atau balai Pangudi Luhur Bekasi. Di Balai, mereka mendapatkan pelatihan peternakan ayam telur pemancingan lele.

Haji Otong menyatakan dia haru dan terkesan dengan langkah nyata Menteri Risma di dalam melakukan gebrakan-gebrakan sosial. Gebrakannya sungguh sangat dibutuhkan dan memang bermanfaat. Sebab, Bu Risma langsung mencarikan solusinya. Ini hebatnya.

Para gepeng ini sebenarnya kan banyak diantaranya sosok orang tua. Kalau orangtuanya gepeng maka anak-anaknya bisa otomatis anak-anak jalanan. Nah, kalau tidak kita campur tangan memberdayakan dengan positif, kita akan kehilangan generasi muda kita kelak. Menteri Risma sendiri dalam sebuah kesempatan menyatakan pada anak-anak jalanan yang ditemuinya Risma meminta agar anak-anak jalanan tidak malu dengan kondisinya. Sebab, Tuhan tidak pernah melihat seperti apa latar belakang seseorang, sehingga mereka harus tetap berjuang. Selain itu juga, Risma mewanti-wanti agar mereka menjauhi narkoba.

“Jangan sampai terlibat narkoba karena sekali terlibat, maka tidak bisa lepas. Kecuali kalau memang kekuatan yang besar dan benar-benar ingin lepas,” pesan Risma, dikutip dari Antara.
 
“Kalau mau jualan kopi atau membuat sepatu, harus siap menghadapi hal yang sulit. Kalau gagal jangan lari, gagal bangkit lagi, sampai kegagalan itu takut,” sambungnya.