• Sen. Okt 18th, 2021

Kelas bersama beberapa remaja Jepang dengan remaja Indonesia terjalin pada 11 November 2020 melalui webinar. Dari Indonesia hadir penulis muda dari Sekolah Menengah di Bali Xin Xin Huang dan penulis manga Rakaputra . Tiga remaja sekolah di Jepang bersama akan membahas dalam tulisan ringan tentang film, kuliner dan fauna.

Film horor Indonesia berjudul Sabrina yang dibintangi Luna Maya sempat menjadi perbincangan. Filmnya menurut para peserta tidak terlalu horor. Film horor Indonesia terbaru juga sempat diperbincangkan Aku Tahu Kapan Kamu Mati, 2020.

Selain itu juga menarik sebuah tulisan yang mengisahkan persamaan Jepang dan Indonesia dalam kuliner. Di Indonesia ada wedang uwuh juga wedang jahe. Di Jepang ada shoguya minuman beraroma jahe dengan lemon yang nyaman di minum pada musim semi dan musim dingin.

Pada sebelumnya, pendamping join kelas yang digagas Tiga Sekawan Footprint Research ini telah melakukan penulisan bersama. Buku kuliner tentang minuman immune yang sangat baik dikonsumsi di masa pandemi Covid 19. Judul buku The Immune Talua Tea. Terbit dalam dua bahasa Jepang dan Inggris juga Inggris dan Indonesia. Buku ini dipasarkan pada toko Amazon Jepang dan Bookdepository. Buku ini tersedia dalam ebook dan paperback.

Dalam kelas bersama ini guru masing-masing pendamping meminta setiap siswa menetapkan topik bahasan. Dari Jepang muncul lima topik bahasan yang akan disinkronkan dengan Indonesia. Dari Indonesia akan saling mengisi bersama.

Para remaja dari Indonesia yang hadir dalam kelas online ini bisa berbahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Sehingga kesulitan dalam berbahasa dapat sedikit teratasi dan terjembatani. Diyakini kelas seperti ini sangat baik untuk mempererat hubungan antar bangsa; memperluas visi remaja kita di masa depan. Semoga kelas-kelas inisiatif yang independen seperti ini akan lebih banyak digelar pada kemudian hari.