Kam. Apr 22nd, 2021

BERKAH

Pandemic memberi berkah kita bersama menjalani model mengajar dari rumah dan jarak jauh. Dari orang tua murid, peserta didik dan tenaga pendidikan ada kritik, ada puji, ada caci. Di tengahnya ada, berkah, amanah dan optimisme. Dunia pendidikan tengah melakukan proses besar-besaran secara teknologi guna mengejar ketertinggalannya dari negeri-negeri lain. Pada kelas diskusi baru lalu dikemukakan antara lain di Swedia anak dan remaja sudah beralih ke bacaan dijital. Sekolah online sudah akrab dan terbiasa. Di Jepang juga tak beda jauh. Kelas diskusi kali ini mengajak kita bersama mengeksplorasi sisi positif semua ini dari sudut pandang semangat Kebangkitan Nasional. Pembahas adalah DR. Linda Poernomo (Pakar Pendidikan), Saki Takao (Guru Sekolah dari Jepang), Nur Indah Setyaningrum S.PSi (Guru Sekolah dari Jawa Tengah), Ade Sumengkar (Pengembang Pendidikan dari Jawa Barat). Rizky Kurniadi, lulusan sastra Inggris Unpad, bertindak sebagai Moderator dan Tiar, yang bersekolah di Binus, sebagai technical host.
Saki Takao

Ada perbedaan antara pembelajaran di Indonesia dan Jepang dan persamaan dalam pola pembelajaran dalam masa pandemik Covid 19 yang masing masing nara sumber sampaikan .

Yang dapat dipelajari adalah.
Perlunya koordinasi secara langsung. Seleksi informasi dan support karir utk siswa dan guru.

Selain itu pemanfaatan dan percepatan pengetahuan terkait TIK digital dan analog utk guru dan siswa perlu dilakukan oleh semua pihak stake holder pendidikan.

Linda Poernomo

diperlukan kerja sama semua pihak antara pemerintah pusat, daerah dan swasta dalam hal membangun pengetahuan teknologi digital kpd siswa dan guru .dan orang tua

Nur Indah Setyaningrum

Indah menyampaikan tantangan pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang memerlukan tidak hanya TIK tetapi pendekatan berbeda dari siswa normal. Hal ini perlu langkah langkah riil yang tepat .

Jika Anda membutuhkan materi utuh hasil diskusi ini silahkan kontak kami by email. Ada pengganti biaya cetak Rp. 125.000,- edisi bahasa Indonesia. Edisi dua bahasa harga Rp. 250.000,-.

About us

Zoom Talk

Blue and Green Self-Quarantine Guidelines Coronavirus Poster
Mei 2020
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

LAYANAN KAMI

Membantu Anda yang Ingin Membuat Kelas Online , Kursus Online, Pertemuan Rutin Online dan sejenisnya.

Ade Sumengkar Menulis

SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL Dengan tema kebangkitan Indonesia Mengajar. Hari ini tgl 20 Mei 2020 dalam rangka memperingati kebangkitan nasional , saya mengikuti diskusi yang diselenggafakan oleh Tiga sekawan footprint research. Selain saya sebagai nara sumber , hadir anggota komisi X DPR RI periode 2014-2019 Ibu Marlinda Purnomo dan pendidik ibu Indah dari Sekolah Holistic anak berkebutuhan khusus. Serta Saki Takao seorang pendidik bhs inggris sekolah menengah di Jepang yang ikut hadir berdiskusi. Paparan menarik masing masing nara sumber terkait kebangkitan Indonesia mengajar. Ada perbedaan antara pembelajaran di Indonesia dan Jepang dan persamaan dalam pola pembelajaran dalam masa pandemik Covid 19 yang masing masing nara sumber sampaikan . Yang dapat dipelajari adalah. Perlunya koordinasi secara langsung. Seleksi informasi dan support karir utk siswa dan guru. Selain itu pemanfaatan dan percepatan pengetahuan terkait TIK digital dan analog utk guru dan siswa perlu dilakukan oleh semua pihak stake holder pendidikan. Pada masa covid ini menurut bu Linda Purnomo diperlukan kerja sama semua pihak antara pemerintah pusat, daerah dan swasta dalam hal membangun pengetahuan teknologi digital kpd siswa dan guru .dan orang tua Ibu Indah guru Holistik menyampaikan tantangan pembelajaran anak berkebutuhan khusus yang memerlukan tidak hanya TIK tetapi pendekatan berbeda dari siswa normal. Hal ini perlu langkah langkah riil yang tepat . Sukses diskusi kali ini antara masyarakat pendidik di Indonesia dan Jepang sangat memperkaya wawasan kebangkitan Indonesia mengajar Pada bagian lain saya menyampaikan perlunya percepatan pemahaman literasi kepada pendidik dan siswa agar supaya di masa pandemik covid 19 dijadikan momentum siswa mampu menulis buku sesuai karakter masing masing dalam tugas yang diberikan.